when i’m down, i don’t see your role.
that’s make me doubt,.
hope this just a wrong sign.
untitled
Desember 7, 2011whisper
Agustus 16, 2011“at least we tried to make it
but in these days I’m so confused
oh my love, at least we had it
let me hold on to you”
Moby – At Least We Tried
terasing di tigapuluh
April 25, 2011Minggu sore, 24.04.2011. Langit saat itu mendung, jalan-jalan tampak basah sisa hujan siang tadi. Aku keluar rumah, dengan harapan ada satu dua orang yang bisa aku sapa. Diskusi tentang hal-hal ringan, sekedar untuk melepaskan kerinduan dengan mereka yang pernah menjadi bagian sejarah dalam hidupku. Atau aku yang hanya mencoba menjalankan peranku sebagai makhluk sosial, mencoba keluar dari dunia yang kuciptakan sendiri. Yang penuh dengan rasa ego dan sinis sebagai musuh yang selalu aku lawan. Tapi, sejujurnya sore itu hendak kucari kehangatan semangat di gerbang pergantian tahun(ku).
Tanpa disadari, sudah hampir dua jam aku lalui. Sore pun sudah berganti malam. Sudah juga aku lalui jalan, belokan, sudut, dan suasana yang sama. Benar-benar aku tidak menyadari itu, dan aku masih sendiri tanpa teman yang berhasil kutemui untuk diskusi, ataupun sekedar bertegur sapa. Dan aku masih sendiri, di kota yang sangat aku kenal. Pun, di kota yang kini telah membuatku terasing.
Maghrib tiba, akupun mampir di sebuah masjid. Alhamdulillah aku rasakan sedikit kehangatan di sini, walau dengan puluhan sosok yang sebenarnya tidak aku kenal. Lalu tiba-tiba, aku teringat akan seorang sosok. Yang akan sangat aku cintai, sayangi, lindungi kelak. Sosok yang akan selalu membuatku pulang ke kota ini.
Selepas itu, aku putuskan pulang ke rumah. Dengan membawa rentetan pertanyaan di pikiran, yang akan menjadi bahan dalam apa yang akan aku lamunkan di sepanjang sisa malam ini. Sampai akhirnya membuatku tertidur, dan terbangun di hari yang baru esok hari.
“Dan kelak isterimu-lah yang akan menjadi teman, rekan diskusi, tempat berbagi perasaan suka dan duka di sisa umur hidupmu. Ketika kau menyadari bahwa teman-teman di sekitarmu telah ‘meninggalkanmu’ disibukkan dengan urusannya masing-masing.”
-tuan pagi 25.04.2011-
untitled 16.51
April 6, 2011They say everything can be replaced, yet every distance is not near. So I remember every face of every man who put me here. They say every man needs protection. They say every man must fall. Yet I swear I see my reflection, some place so high above this wall.
Standing next to me in this lonely crowd, is a man who swears he is not to blame. All day long I hear him shout so loud, crying out that he was framed.
I see my light come shining from the west unto the east. Any day now, i shall be released.
galapogos
Februari 20, 2011Ain’t it funny how we pretend we’re still a child. Softly stolen under our blanket skies. And rescue me from me, and all that I believe. I won’t deny the pain. I won’t deny the change. And should I fall from grace here with you.
Carve out your heart for keeps in an old oak tree. And hold me for goodbyes-and whispered lullabyes. And tell me I am still. The man I’m supposed to be. I won’t deny the pain. I won’t deny the change. And should I fall from grace here with you.
Too late to turn to turn back now, I’m running out of sound. And I’m changing, changing. And if we died right now, this fool you loved somehow. Is here with you. I won’t deny the pain. I won’t deny the change. And should I fall from grace here with you. Would you leave me too?
horee dia 24
November 10, 2010Hey,
Tadi pagi kulihat langit tampak cerah. Sesekali melintas Burung Elang memotong kerut-kerut awan. Kicau burung pun tampak bersahutan dan hinggap di jendela ruangan kerjaku. Ketika aku ke belakang, deru suara Ketinting tampak meramaikan simponi pagi. Hari ini hari yang tidak biasa. Seperti besok yang akan menjadi hari yang luar biasa bagimu. Walaupun di hari istimewamu itu kau harus berjibaku demi masa depanmu yang sedang kau bangun, tapi sesungguhnya kau sedang menanam benih-benih harapan. Yang kelak akan tumbuh dan kau petik hasilnya. Ketika kutulis catatan ini, kurasakan sejumput keindahan yang telah kutemui di sini. Akan kupotong indahnya langit dan hijaunya hutan serta syahdunya suara burung untuk kuberikan kepadamu kelak, ketika kita bertemu.
Malinau, 10-11-10
#m
sayur kacang kehangatan
Juni 12, 2010Ketika kuturuni tangga itu, ruangan di bawah tampak gelap. Ternyata emang sudah larut malam, lampu-lampu sudah ibu padamkan, dan aku (lagi-lagi) tidak menyadari itu. Aku terlalu asik dengan apa yang aku kerjakan. Tapi mau bagaimana lagi, ini harus aku lalui demi apa yang sudah aku targetkan tahun depan.
Lampu aku nyalakan. Jam 1:30 dini hari. Kulkas itu aku buka. Entah sudah berapa lama kulakukan ritual ini, bersahabat dengan masakan dingin dalam keheningan dua pertiga malam. Sembari mengisi perut yang entah makan malam yang kelewatan atau sarapan yang terlalu awal, kuamati bingkai-bingkai foto di ruangan tengah. Mereka adalah teman bicaraku. Walaupun tak pernah manjawab apa yang aku tanyakan, aku suka dengan diamnya mereka. Kuamati wajah-wajah yang sangat aku cintai. Sosok-sosok yang akan terus aku lindungi. Kurasakan kehangatan yang sangat. Kehangatan dari senyuman Juan dengan kacamatanya yang kebesaran. Dari keluguan Ani dan Ufa yang sangat akrab. Pun dari senyuman Bapak dan Ibu yang berdiri di tengah keluarga besar ketika semua berfoto bersama di halaman depan.
Aku percaya kebahagiaan timbul karena kesederhanaan. Itu tercipta karena sabar dan mensyukuri apapun yang kita terima. Itu ada ketika kita saling tolong menolong antar saudara, saling membantu. Itu terasa ketika kita saling berbagi, dalam senang ataupun duka. Itu ada dalam sayur kacang, kerupuk dan tahu, yang hampir setiap malam menjadi menu santapan kami dulu. Semua itu aku rasakan dalam keluarga yang sangat aku banggakan ini.,
29 di Buitenzorg
April 25, 2010
“Perang melawan keinginan sendiri.”
Itulah judulnya. Kutipan ini secara tidak sengaja kusimak dari perkataan seorang kawan. Sebenarnya, kalimat itu tidaklah asing. Bahkan sering dirasa seperti sesuatu yang sepele. Tapi bukankah dari hal-hal yang sepele suka berdampak super?
Bagiku kalimat itu sangatlah renyah. Apalagi jika telah dilakukan. Seperti bersepeda melewati jalan yang lengang di pagi hari. Kalimat itu terasa menantang. Seperti melewati sekumpulan jeram di hulu sungai. Riaknya membuat keringatku keluar, mengalahkan dahaga adrenalin yang tidak berasa.
Aku sedang menjalankan itu. Mencoba keluar lebih jauh (lagi) dari zona nyaman. Berlayar kembali dengan perahu yang telah lama aku tambatkan. Melewati gelombang ego dan gemuruh pembenaran yang diciptakan oleh pikiran. Menerjang amukan waktu yang menampar terus dan tidak aku rasakan. Aku telah terlena. Akan aku bunuh rasa itu.
Aku berlayar meninggalkan ruang yang telah membuatku sangat nyaman. Menghampiri ruang dan sosok-sosok asing yang akan aku taklukkan kelak. Karena aku seorang serdadu yang tidak akan pernah kehabisan peluru. Aku tidak akan pernah meninggalkan garis depan!
Di penghujung (yang katanya) gerbang menuju kematangan ini, kadang semua pilihan selalu diputuskan dengan penuh pertimbangan. Ketika aku telah memilih, itu akan aku jalani dengan penuh rasa tanggung jawab. Dan akan aku selesaikan semua pekerjaan itu.
Malam ini aku telah berbicara. Lewat monologku yang terdengar oleh suara hati. Atas nama cinta dan keyakinan, di Buitenzorg yang aku singgahi.
- Untuk Singa -
a hard rain’s gonna fall
Februari 1, 2010Oh, where have you been, my blue-eyed son ?
And where have you been my darling young one ?
I’ve stumbled on the side of twelve misty mountains
I’ve walked and I’ve crawled on six crooked highways
I’ve stepped in the middle of seven sad forests
I’ve been out in front of a dozen dead oceans
I’ve been ten thousand miles in the mouth of a graveyard
And it’s a hard, it’s a hard, it’s a hard, and it’s a hard
It’s a hard rain’s a-gonna fall.
Oh, what did you see, my blue eyed son ?
And what did you see, my darling young one ?
I saw a newborn baby with wild wolves all around it
I saw a highway of diamonds with nobody on it
I saw a black branch with blood that kept drippin’
I saw a room full of men with their hammers a-bleedin’
I saw a white ladder all covered with water
I saw ten thousand takers whose tongues were all broken
I saw guns and sharp swords in the hands of young children
And it’s a hard, it’s a hard, it’s a hard, and it’s a hard
It’s a hard rain’s a-gonna fall.
And what did you hear, my blue-eyed son ?
And what did you hear, my darling young one ?
I heard the sound of a thunder, it roared out a warnin’
I heard the roar of a wave that could drown the whole world
I heard one hundred drummers whose hands were a-blazin’
I heard ten thousand whisperin’ and nobody listenin’
I heard one person starve, I heard many people laughin’
Heard the song of a poet who died in the gutter
Heard the sound of a clown who cried in the alley
And it’s a hard, it’s a hard, it’s a hard, it’s a hard
And it’s a hard rain’s a-gonna fall.
Oh, who did you meet my blue-eyed son ?
Who did you meet, my darling young one ?
I met a young child beside a dead pony
I met a white man who walked a black dog
I met a young woman whose body was burning
I met a young girl, she gave me a rainbow
I met one man who was wounded in love
I met another man who was wounded in hatred
And it’s a hard, it’s a hard, it’s a hard, it’s a hard
And it’s a hard rain’s a-gonna fall.
And what’ll you do now, my blue-eyed son ?
And what’ll you do now my darling young one ?
I’m a-goin’ back out ‘fore the rain starts a-fallin’
I’ll walk to the deepths of the deepest black forest
Where the people are a many and their hands are all empty
Where the pellets of poison are flooding their waters
Where the home in the valley meets the damp dirty prison
Where the executioner’s face is always well hidden
Where hunger is ugly, where souls are forgotten
Where black is the color, where none is the number
And I’ll tell and think it and speak it and breathe it
And reflect it from the mountain so all souls can see it
Then I’ll stand on the ocean until I start sinkin’
But I’ll know my songs well before I start singin’
And it’s a hard, it’s a hard, it’s a hard, and it’s a hard
It’s a hard rain’s a-gonna fall.
earthquake on west java
September 7, 2009Dozens of people were killed and thousands of houses and buildings were damaged after a 7.3-magnitude quake shook the southern part of West Java on Wednesday (2/9) afternoon.
The epicenter was around 30 kilometers beneath the sea southwest of West Java’s city of Tasikmalaya. In Cianjur, the quake caused a cliff facing a hamlet in Cikangkareng village to slide, which buried more than 50 residents alive with soil and rocks.
Data from the Bandung regency’s crisis center shows that 37,850 houses have been damaged by the earthquake. Of the figure, almost two thirds are located in Pangalengan district, which is famous for its tea plantations and milk production.
It is estimated that several emergency public kitchens in the district have to cook at least 4.3 tons of rice per day for the thousands of people who are currently living in makeshift tents following Wednesday’s earthquake.
The quake also devastated the 54,000-populated Sindangbarang district in Cianjur. Although the quake has not claimed any lives, it has damaged at least 2,000 houses in the area.
jfc 8
Agustus 18, 2009The eighth Jember Fashion Carnival (JFC) was held on August 2, 2009 and has the theme ‘World Unity’ promoting world peace and unity.
Some 600 people took part in the carnival by walking along the main road that is 3.6 kilometers long in Jember. They performed several fashion movements including runways and dances. Such is the nature of the Jember Fashion Carnival, Indonesia’s answer to Rio de Janeiro.
This event has brought the East Java city alive, with hundreds of clothes designers, both professional and amateur, presenting their alternative and creative designs, made from a range of materials.
blv
Juli 23, 2009Wondering that Sidharta Gautama sitting nicely next to me. Talk much and give me a lot of wisdom. Teach me about how to be a good human. Give me keys to get a good life. I wish i can, but it can’t. I brought you something close to me. Left for something you see though your here. You haunt my dreams. Theres nothing to do but believe. Another day. Just Believe. Just Breathe. Im used to it by now.
tua sejoli
Juli 3, 2009Dua orang kakek masih mengais rejeki di sebuah pasar malam, pada acara helaran di alun-alun Kabupaten Garut. Menurut sang kakek, mereka pulang ke rumah seiring dengan berakhirnya acara, sekitar jam 00.00. Kedua orang kakek ini telah berdagang selama 30 tahun! menajajakan kacang rebus dan rokok batangan, yang untungnya tidak seberapa. Kesejahteraan tak kunjung hinggap pada mereka berdua, walau telah mengalami banyak pergantian generasi. Siapa yang memimpin, tak berdampak pada kehidupan mereka. Mau yang biru atau yang kuning, mereka semua sama aja ucap mereka.
aurora
Juni 13, 2009Treading the glacier head. Looking hard for moments of shine. From twilight to twilight. Utter mundane. Aurora, Goddess sparkle. Shoot me beyond this suffer. The need is great. Aurora, Goddess sparkle. A mountain shade suggests your shape. I tumbled down on my knees. Fill the mouth with snow. The way it melts. I wish to melt into you. Aurora, utter mundane. Spark the sun off me.,
sebatang rokok kretek dan dua ekor anak kucing
April 25, 2009Walau tak ada lagi yang harus aku kerjakan malam itu, rasa-rasanya pikiran tak pernah bisa diam. Ia meloncat-loncat seperti hendak menciptakan sketsa tentang sesuatu. Eksodus perasaan yang berkelompok, tampaknya siap menyerang otak sebagai sasaran. Suara-suara yang datang dari pikiran secara bersahutan, juga menambah sesaknya otak. Seperti tak menyisakan ruang bagi harapan yang sebenarnya ingin aku ajak pula.
Ya, mungkin ini karena miskinnya oksigen yang aku hirup hari ini. Hari-hari yang selalu ditemani laptop dan sambungan internet. Di sebuah kamar yang telah berfungsi sebagai ruang kerja beberapa bulan belakangan ini. Tanpa dikomondoi kehendak, aku gerakkan kaki keluar kamar menuju balkon di belakang.
Langit sangat terang malam itu, semua bintang tampak terlihat jelas berkerumun. Aku duduk di atas sofa usang ditemani dua ekor anak kucing yang sedang tertidur lelap. Kubakar rokok kretek yang sengaja kubawa tadi ketika keluar. Aku hisap dalam-dalam setiap incinya, dengan harapan semoga asapnya bisa membawa serta semua pikiran aneh yang menyesaki otak saat itu.
Kurebahkan kepala sembari coba menerka apa yang sebenarnya sedang terjadi padaku saat itu. Waktu terus berjalan seakan tak mau tahu tentang apa yang terjadi. Pikirku, mungkin ini suatu gejala yang wajar terjadi di menit-menit akhir, ketika seseorang akan menjadi semakin tua. Dengan semua dilema yang datang secara tiba-tiba. Pun seperti memikirkan banyak hal yang sebenarnya tak perlu untuk dipikirkan.
Rokok yang kupegang, sudah tinggal setengahnya. Dan waktu menunjukkan tinggal itungan detik saja menuju ke pergantian masa yang akan sangat berarti bagi hidupku. Kutegakkan bedan, dan kusimpan sejenak rokok tersebut.
Akhirnya, 00:00 24.04.09. Diiringi dengan suara malam dan harapan yang terbawa angin, aku menjadi lebih tua. Kupejamkan mataku seraya berdo’a dalam hati. Do’a tentang rasa syukur yang mendalam kepada-Nya atas semua rahmah dan karunia-Nya kepadaku. Do’a tentang ucapan terima kasihku yang tulus kepada semua orang yang telah sangat baik kepadaku. Do’a tentang permintaan maafku atas semua khilaf yang masih selalu aku lakukan. Do’a tentang semua harapanku yang semoga terwujud di usiaku yang semakin tua.
Kuucapkan juga janji. Tentang sesuatu yang akan aku coba tepati dan semoga terwujud di kemudian hari.
Setelah kuucapkan itu semua, kubuka kembali mataku. Bintang-bintang itu masih bertaburan dan terang menghiasi langit. Sangat indah. Semoga ini adalah suatu pertanda tentang awal yang baik bagi diriku. Amien,.
sustainable green fashion
April 16, 2009“Ketika isu lingkungan hidup menjadi fashion.,”
Tayangan film inconvenient truth mengawali kemunculan 11th Hours yang dinarasikan oleh Leornado di Caprio dan film – film dokumenter lain yang mengangkat isu lingkungan hidup, terutama tentang global warming. Al Gore berhasil mengangkat isu global warming menjadi sebuah isu yang ngetren di dunia. Setiap orang tidak henti membicarakan pemanasan global melalui berbagai media. Meski obrolan tentang global warming terkadang berlangsung sangat singkat di tengah sebagian kalangan masyarakat, paling tidak, kini masyarakat mulai membicarakan, bergosip hingga membuat acara khusus untuk berbicara tentang si global warming.
Masyarakat awam menjadi peduli terhadap keadaan lingkungan di dunia, dan isu lingkungan hidup adalah isu yang wajib didengar seperti halnya launching merk Guess, Hermes atau series Nokia baru sebagai raja gadget di Asia. Isu lingkungan berhasil memperoleh rubrik istimewa di kepala manusia.
Betapa melegakan perubahan sikap dan cara pandang ini. Berpuluh tahun lamanya banyak ahli dan para peduli lingkungan berkoar – koar berbicara secara formal atau sekedar menginginkan masyarakat mendengarkan sejenak atau membaca selebaran mengenai isu lingkungan, dimana kala itu berpuluh mata pula malah mengalihkan perhatiaannya, hingga pada akhirnya kesuksesan Al Gore memutarbalikkan hal tersebut.
Hampir seluruh majalah dari mulai majalah politik bahkan fashion magazine menyediakan segmen tentang lingkungan hidup, banyak event – event yang mengangkat tema lingkungan hidup, retail market berlomba menawarkan berbelanja cara hijau. Slogan menjaga lingkungan kini berserakan seperti selebaran toko yang memberitahukan produk dengan harga diskon. Sebuah perkembangan yang seharusnya memberikan para ahli lingkungan dan kaum peduli lingkungan bisa bernafas lega.
Tunggu sebentar, apa saya menuliskan kata ‘Seharusnya’ ?
1780 mdpl
Februari 12, 2009Wuusshhh…! bola murah produk lokal itu pun melambung di udara. Pemain sayap berbaju kuning menyambut datangya bola dengan lompatan dan busungan dada. Hups!! bola hinggap di dada, mencetak bentuk segi enam berwana cokelat di kaosnya yang lusuh. Tiba-tiba, terjadi manuver tajam dari tengah. Penyerang berambut jambul bergegas menuju mulut gawang. Gagah, dengan kaki tak bersepatu dan celana panjang yang digulung. Umpan lambung terkirim dari sayap, dengan laju bola yang deras dan menukik. Bola disambut dengan kaki tak besepatu yang dekil nan berotot. GOOOLLL!!!! es cingcau gratis sedikit aman di tangan. Selebrasi serta teriakan kemenangan melengking di udara, mendekati awan yang terasa sangat dekat di sini.
Suatu pemandangan indah yang sudah sangat lama jarang aku lihat. Pertandingan sepak bola antar kampung di sebuah lapang bola bertanah luas. Tanah yang tak bertuan, tak berbeton, dan tak berpagar. Tanah lapang dengan rumput asli bukan sintetis dan udara sejuk yang asli, bukan atas rekayasa teknologi.
Sore itu, si bola kembali menari. Menjelajah diantara riam gelombang udara. Diantara butir-butir awan nan tipis. Di ketinggian 1780 meter dibawah permukaan laut, dengan latar kota Bandung yang tampak semrawut.
senja di gb. keberangkatan
Januari 25, 2009Di lobby itu, semua tempat duduk sudah terisi. Ada yang sambil ngoceh mesra dengan telepon genggamnya. Ada yang nonton televisi sembari mengobrol dengan sejawatnya, sambil sesekali ber sms-an. Ada yang sibuk mengemas ulang barang hasil belanja (dengan kantong bercap FO ternama di Bandung) akhir pekan kemarin, dengan penyerata model terbaru yang tak kunjung lepas dari tangan. Ada yang baca novel dengan tagline “novel terlaris abad ini” di sampulnya, sembari sesekali mengeluarkan handphone di sakunya. Ada yang senyum-senyum sendiri, jadi autis sembari ngeliat lcd tuh hangpone. Ada yang kedua tangannya memegang dua mobile phone sekaligus dengan percakapan yang menyebut nominal yang ga kebayang segede apa kalo liat wujudnya langsung.
ANJ*R!!!
muzzle
Januari 16, 2009I fear that I’m ordinary, just like everyone. To lie here and die among the sorrows. Adrift among the days. For everything I ever said. And everything I’ve ever done is gone and dead. As all things must surely have to end. And great lovers will one day have to part. I know that I am meant for this world. My life has been extraordinary. Blessed and cursed and won. Time heals but I’m forever broken. By and by the way… Have you ever heard the words. It’s for the girl I’ve loved all along. Can a taste of love be so wrong. As all things must surely have to end. And great lovers will one day have to part. I know that I am meant for this world. And in my mind as I was floating. Far above the clouds. Some children laughed I’d fall for certain. For thinking that I’d last forever. But I knew exactly where I was. And I knew the meaning of it all. And I knew the distance to the sun. And I knew the echo that is love. And I knew the secrets in your spires. And I knew the emptiness of youth. And I knew the solitude of heart. And I knew the murmurs of the soul. And the world is drawn into your hands. And the world is etched upon your heart. And the world so hard to understand. Is the world you can’t live without. And I knew the silence of the world.










crimethInc. ex-workers collective
esai foto jamtigapagi
lingkarhijau
portofolio foto jamtigapagi
the big ask – friends of earth