Selamatkan Bosscha, kurangi polusi cahaya

Maret 24, 2006

Kontradiksi status kepemilikan tanah di Observatorium Bosscha dan sekitarnya perlu perhatian lebih dari pemerintah dan perlu sama-sama kita kontrol perkembangan kasusnya jika kita ingin menyelamatkan dunia astronomi di Indonesia. Efek polusi cahaya yang timbul dari bangunan-bangunan permanen di sekitarnya yang terus bermunculan, dan ancaman terhadap timbulnya bangunan baru dari PT. Bintang Mentari Perkasa (PT. BMP) sebagai pihak pengembang yang ‘katanya’ akan menjadikan sebagian kawasan tersebut menjadi tempat wisata terpadu, akan mengancam terhadap aktifitas penelitian bintang di daerah tersebut. Dimana akan mengurangi jumlah bintang-bintang yang bisa diamati.

Polusi cahaya adalah suatu polusi yang poluttan-nya (unsur penyebab polusi) bukan berupa partikel-partikel tapi berbentuk cahaya. Cahaya di sini dalam artian cahaya yang berlebihan. Seperti halnya polusi udara timbul karena udara yang berlebihan dan kotor. Polusi cahaya juga timbul karena adanya cahaya yang berlebihan atau tidak efisien dan tidak terkontrol.

Tidak efisien dan tidak terkontrol, berarti penggunaannya tidak efektif dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Seperti penerangan lampu yang cahayanya tidak mengarah ke arah yang tepat sesuai dengan kebutuhan, dengan kata lain mengarah ke area yang tidak perlu. Contoh penerangan permukaan yang mengarah ke langit, tembok dan lain-lain. Biasanya faktor-faktor yang bisa menimbulkan polusi cahaya berupa jenis lampu serta wadah lampu yang digunakan, arah penyinaran, serta titik-titik pencahayaan yang tidak perlu/tidak efektif.

Perlu juga kita ketahui beberapa hal penting yang berkaitan dengan polusi cahaya. Dimana jika terus dibiarkan akan berdampak kepada lingkungan dengan terputusnya mata rantai pada siklus ekologi. Yaitu akan membuat matinya burung-burung migran serta fauna malam lainnya. Burung-burung tersebut mati karena benturan terhadap kaca-kaca gedung pencakar langit dengan pancaran cahaya-nya yang berlebihan.

Selain itu sudah sangat jelas bahwa penggunaan cahaya yang berlebihan akan berakibat terhadap borosnya energi yang terpakai. Sehingga besarnya biaya yang harus dikeluarkan dan terbuang percuma. Dan tentunya akan semakin cepat dalam menguras sumber daya alam.

Polusi cahaya juga akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Dimana para kaum perempuan akan berpotensi terkena kanker panyudara dan anak-anak akan terganggu penglihatannya.

Selamatkan Bosscha, hentikan pembangunan di Kawasan Bandung Utara

Dengan semakin maraknya pembangunan di kawasan Bandung Utara, berarti akan memicu terjadinya peningkatan polusi cahaya di daerah tersebut. Disamping merusak fungsi dari kawasan tersebut sebagai kawasan lindung tentunya. Kawasan Observatorium Bosscha sebagai stasiun peneropongan bintang terbesar dan tertua di Indonesia yang berada di kawasan ini, juga akan terancam mati aktifitasnya karena polusi cahaya yang menganggu aktifitas penelitian bintang. Polusi cahaya akan menyebabkan satu persatu bintang-bintang hilang dari pemandangan langit malam.

Jangankan polusi cahaya yang berasal dari daerah sekitar Bosscha, sebenarnya yang berasal dari Kota Bandung-pun sudah mengancam aktifitas peneropongan. Observatorium Bosscha berada pada ketinggian 1300 mdpl dan Bandung berada pada ketinggian 700 mdpl. Walaupun terdapat perbedaan jarak ketinggian yang cukup jauh (yaitu 600 mdpl), tapi pengaruhnya sangatlah besar. Hal ini terbukti lewat perbandingan dari bintang yang terlihat lewat teleskop. Dimana jika diarahkan ke Utara (ke arah Lembang) bintang yang bisa terlihat lebih banyak dibandingkan jika diarahkan ke arah Selatan (ke arah Bandung). Demikian menurut Dr. Dhani Herdiwijaya, Ketua Departemen Astronomi ITB yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Observatorium Bosscha.

Bayangkan jika PT. BMP sebagai pihak pengembang yang akan menjadikan sebagian kawasan Bosscha menjadi tempat wisata terpadu jadi membangun, saya jamin maka dunia astronomi Indonesia akan mati! Walaupun akan dijadikan kawasan wisata terpadu atau apalah namanya, apakah mereka berani menjamin tidak akan menimbulkan polusi cahaya? Sangat mustahil pikir saya, apalagi jika orientasinya bisnis. Melihat pengalaman kebelakang, sebagian besar pengembang di kawasan Bandung Utara hampir semuanya memberikan dampak negatif. Baik jika dilihat dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi.

Kaitannya mengenai boleh tidaknya membangun di kawasan Bosscha, menurut saya sudah jelas ada aturan yang melarangnya. Yaitu SK. Menbudpar No. KN 51/OT.007/MKP/20/2004 yang menyatakan bahwa dalam radius 50 kilometer sekitar kawasan tidak boleh ada bangunan. Belum lagi beberapa pasal dalam PERDA Kawasan Lindung yang sangat jelas menyatakan bahwa Kawasan Bandung Utara –Bosscha diantaranya– merupakan kawasan lindung yang mempunyai fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam, sumber daya buatan dan nilai sejarah serta budaya bangsa, guna kepentingan pembangunan berkelanjutan.

Menyadari bahwa kawasan lindung sangat diperlukan untuk menjamin adanya perlindungan kesinambungan hidup bagi seluruh masyarakat dan menyadari pula bahwa kawasan lindung adalah hak seluruh masyarakat, bukan hak suatu lembaga atau badan usaha, maka hal ini penting sekali untuk diperhatikan menurut saya. Dan jika faktanya ternyata izin pembangunan PT. BMP sudah keluar, maka seharusnya ‘si pemberi’ izin akan sangat bisa terkena jeratan hukum.

Berita duka kembali menyelimuti dunia lingkungan di Jawa Barat dengan berubahnya kawasan Punclut yang tadinya hijau menjadi hitam berhiaskan aspal dan beton karena kesewenang-wenangan. Tetapi tidak selayaknya kita terus berkabung dan memakai pita hitam di lengan kiri. Karena kini ada satu lagi kawasan di Bandung Utara yang terancam keberadannya, yaitu kawasan peneropongan bintang Observatorium Bosscha.

Belum ada kata terlambat dalam menyelamatkan salah satu cagar budaya ini. PT. BMP sebagai pihak pengembang yang katanya akan menjadikan sebagian kawasan ini menjadi tempat wisata terpadu, masih jauh dari pelaksanaan. Karena walalupun “izin” sudah dikeluarkan oleh Pemkab Bandung, tetapi mereka masih berkutat dalam pengurusan amdal. Tugas kita untuk sama-sama mengontrolnya agar tidak kecolongan lagi. Kita sama-sama selamatkan Observatorium Bosscha! Jaga keseimbangan lingkungan di Bandung Utara.-ery bukhorie

Tags: , , ,

2 Tanggapan ke “Selamatkan Bosscha, kurangi polusi cahaya”

  1. Hesti Berkata

    Wah, bener bgt tuh!!Tp kita bukanlah pihak yg berwenang yg bisa menghentikan atau mengurangi polusi cahaya di kawasan observatorium. Harusnya mgkn qta hrs lebih lantang menyuarakan aspirasi kpd pemerintah.Apalah gunanya pemerintah, jika yg terpilih tdk bisa menjaga amanat rakyat.
    Btw, artikel “Selamatkan Bosscha, kurangi polusi cahaya” bikin sendiri atau menyadur??Keren bgt!

  2. ery bukhorie Berkata

    lantang saja ga cukup, tp hrs lbh keras menentang, trn langsung menerjang. artikel ini bikin sendiri, versi lengkapnya ada d main article greeners edisi 5. yg ini versi opini pikiran rakyat


Tinggalkan Balasan