Ceritanya, malam itu ketemu beberapa teman sma. Sedikit tapi ada maknanya, pun besar muatan romantismenya. Walaupun dengan perbincangan, yang sebenarnya selalu menjadi tema yang sama setiap kali ketemu, tapi tak pernah sedikit pun ditemui kebosanan.
Tentu, iringan gelak tawa selalu hadir jika cerita masuk ke episode kenakalan (yang konyol) waktu dulu. Jaman ketika merokok ‘seteng-seteng’ (satu batang rame-rame) mojok di sudut kamar mandi sekolah, atau ketika disidang bersama di ruang guru karena ketahuan nyuruh adik kelas beli kartu gapleh. Tensi obrolan semakin meninggi, ketika nama ‘nona’ primadona sekolah dulu keluar. Saling ejek pun tak dapat dihindarkan disertai kehangatan persahabatan yang semakin terasa kenyamanannya. Sangat konyol memang jika mengingat semua sejarah itu. Tapi sangat menarik dan lumayan ampuh mengendurkan urat syaraf.
Ada satu yang menarik ketika kita berkumpul ketika dengan kawan lama. Yaitu mencermati perubahan yang terjadi pada si kawan lama. Dengan semua simbol yang mereka kenakan, ataupun dari apa yang mereka bicarakan. Yang seakan hendak berucap “Wooii ini gw sekarang.,” Kadang, gerak tubuh pun seperti memberikan isyarat untuk lebih menguatkan. Sehingga ucapan jadi berubah menjadi “WOOIIII INI GW SEKARANG!!”
“Everything changes, in every time and cavity.”
Tags: friends





